Showing posts with label kesos. Show all posts
Showing posts with label kesos. Show all posts

Tuesday, October 16, 2012

All About Us

SOCIAL STATION PROJECT

Social Station Project adalah salah satu project di dalam Mata Kuliah Kewirausahaan Sosial yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Angkatan 2011 Universitas Padjadjaran, berbasis Project Based Learning.
 
Proyek ini kami laksanakan di daerah Stasiun Bandung. Adapun beberapa proyeknya yakni :
1. Pengembangan Kesenian
2. Pengembangan Pariwisata
3. Souvenir Shop
4. Pengelolaan Sampah
5. Pusat Kreativitas dan Pengembangan Kewirausahaan
6. Budi Pekerti dan Karakter
7. Pengelolaan Rumah Baca / Rumah Pintar
8. The Center Of Online Information
9. Rumah Pelangi - Arcamanik Sindangjaya

SOUVENIR SHOP

Ada beberapa souvenir khas Bandung yang ditawarkan disini. Salah satunya adalah Sabun Gumeulis. Sabun Gumeulis merupakan sebuah souvenir yang sangat unik dan menarik yang berpusat di Sanggar Waringin, tepatnya di lokasi sekitar Stasiun Bandung. Sabun ini sangat berbeda dari sabun-sabun lainnya, karena Sabun Gumeulis ini dibuat sendiri secara tradisional (handmade). Bahan-bahan yang digunakan pun sangat alami yaitu 100 % coconut oil sehingga aman jika digunakan pada wajah dan kulit kita. Tidak hanya dari segi bahan yang bersifat alami, tetapi dari segi bentuknya yang cukup menarik karena berwarna dengan plastik bening, dapat membuat kita ingin langsung memakannya layaknya jelly.

Sabun Gumeulis ini merupakan sebuah usaha kecil masyarakat di sekitar Stasiun Bandung yang akan menjadi besar dan lebih berkembang sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tidak hanya dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke daerah Stasiun Bandung, tetapi sabun ini dapat dijadikan sebagai sebuah souvenir untuk acara siraman atau pada acara pernikahan.

Slogan yang digunakan untuk Sabun Gumeulis adalah "SABUN GUMEULIS, SABUNNA MOJANG BANDUNG". Alasan kami menggunakan slogan tersebut karena mojang (wanita) di daerah Bandung terkenal dengan kecantikannya yang sangat khas dari tataran Sunda yang berbeda dari daerah lain sehingga wajah dan kulit kita akan terlihat lebih cantik dan bersih layaknya mojang Bandung.

Souvenir selanjutnya yang ada disini adalah COKLAT COBI. "Coklat Cobi" merupakan coklat yang diproduksi langsung oleh salah satu mahasiswa dari Ilmu Kesejahteraan Sosial. Selain rasa coklatnya yang khas, di dalam "Coklat Cobi" ini juga dicampur dengan dodol. Inilah yang membuat coklat cobi ini menjadi sangat spesial.
 
Selain Sabun Gumeulis dan Cobi, ada beberapa Souvenir lainnya juga yang kami tawarkan. Bila penasaran dengan produk-produk yang kami hadirkan, silahkan kunjungi stand kami. Letaknya di depan Sate M. Hadori - Stasiun Bandung. 

PENGEMBANGAN KESENIAN

Dunia anak memang dunia yang sangat bebas dalam berekspresi, tidak memandang tempat, waktu, dan status sosial di masyarakat. Begitu pun para anak-anak kecil yang tinggal di daerah sekitar Stasiun Bandung yang bebas mengaktualisasikan dirinya dalam kesenangan masanya. Walaupun memang mereka sangat suka bermain dan sulit diatur tetapi mereka memiliki potensi yang besar dalam bidang kesenian, khususnya di seni tari dan menabuh perkusi.

Dengan melihat potensi yang mereka miliki, kami yang tergabung dalam kelompok pengembangan kesenian memiliki tugas untuk lebih mengarahkan potensi mereka dengan memberikan pendidikan kesenian baik dengan cara memanage mereka untuk berlatih, tampil mengisi suatu acara, menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam suatu kesenian, dan menciptakan suatu ciri khas dibidang kesenian yang kemudian dapat menjadi trademark kesenian di daerah Stasiun Bandung.

RUMAH BACA

Daerah Stasiun Hall Bandung adalah tempat yang terbilang ramai. Selain ramai oleh hilir mudik pengguna kereta api, tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun, tempat ini juga marak dengan kriminalitas dan dikenal sebagai tempat para wanita tuna susila berkeliaran pada malam hari.

Ironisnya, di tempat ini banyak sekali anak-anak. Para anak-anak ini adalah anak dari lingkungan sekitar yang pada umumnya diperintahkan orangtuanya untuk berjualan. Hal ini membuat para anak terbiasa melihat tindakan kriminal dan wanita tuna susila. Ini akan memberikan dampak buruk pada para anak-anak di masa depan.

Untuk itu, kami bermaksud untuk mengembangkan Rumah Pintar. Rumah Pintar, dengan bentuk perpustakaan ini bertujuan untuk membuat para penduduk setempat, khususnya anak-anak menyadari keadaan lingkungan sekitarnya dan meminimalisasi pengaruh negatif lingkungan tersebut.

Tim ini berencana untuk menambahkan beberapa hal ke Rumah Baca ini, termasuk buku-buku, baik buku akademik maupun non-akademik dan mainan tradisional untuk mengasah kreatifitas dan melestarikan budaya. Kami juga berencana untuk menjadi tutor disini, agar pembelajaran yang belum dimiliki dalam bentuk buku bisa didapat lewat pengajaran secara langsung. Dengan ini, kami bisa membantu mereka mengembangkan potensi mereka.

Harapan dari teman-teman tim Rumah Baca adalah, dengan adanya Rumah Pintar ini para penduduk sekitar bisa menambah wawasan mereka, mengembangkan potensi mereka, dan bisa mengubah keadaan baik keadaan diri maupun keadaan lingkungan sekitarnya.

BUDI PEKERTI DAN KARAKTER

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budi pekerti adalah tingkah laku. Kami dalam proyek ini berusaha menolong serta mengarahkan anak-anak di daerah Stasiun Bandung untuk memperbaikin, mempelajari, serta menyadarkan betapa pentingnya sikap, tindakan, dan perilaku yang berdasar dari pembelajaran budi pekerti itu sendiri.

Cara yang akan tim ini tempuh bermacam-macam, mulai dari bekerjasama dengan tim-tim proyek lainnya untuk menyelaraskan program dengan satu sama lain untuk terus menjunjung budi pekerti yang baik, lalu mengadakan kerjasama dengan pihak lingkungan Stasiun Bandung untuk membantu mengajari pentingnya arti budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan dari tim ini adalah, dengan adanya proyek ini bisa memperbaikin keadaan masyarakat sekitar, khususnya anak-anak serta mengingatkan masyarakat untuk berperilaku baik.

KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Kelompok 1 (Pengembangan Kesenian)
                Ketua Kelompok        : Ridwan Herianto
                Anggota                      :

  1. Fadhilah Putri
  2. Danis Dea Rizky
  3. Deiky Lutfiansyah
  4. Gina Indah P.Nastia
  5. Andi Rezky Aprilianty
  6. Hafid Ramdhani
  7. Rizki Bunga Lestari
  8. Metra Indri Naibaho
  9. Ifan Hamzah

Kelompok 2 (Pengembangan Pariwisata)

            Ketua Kelompok        : Santo Arimartin
            Anggota                      :
  1. Akbar Kusuma W
  2. Zulkarnain Bastari
  3. Eddy Setiawan
  4. Indira Anindita
  5. Fildzah Ainun
  6. Adisty Wismani Putri
  7. Nadhira Lubis
  8. Elita Metica
  9. Anis Soraya
  10. Endah Puspa P.
  11. Intifadah Ummuhanifah
  12. Rizkia Annisa F
  13. Jaka Dony Pratama
  14. Anissa Nur Fitri

Kelompok 3 (Souvenir Shop)

 
            Ketua Kelompok        : Shinta Puji Triwanti
            Anggota                      :

  1. Arini Fauziah Al-Haq
  2. Dessy Fitri P
  3. Cyntia Saphierina
  4. Winda Mariyenda
  5. Dienna Karimah
  6. Relie Siregar
  7. Hedi Ramdani

Kelompok 4 (Bank Sampah)

            Ketua Kelompok        : Yasmin Anwar Putri
            Anggota                      :

  1. Anita Listyani
  2. Muhammad Indra Anditya P
  3. Nurul Fadhilah
  4. Lina Lisnawati
  5. Aries Yudi A.
  6. Usep Rochmat

Kelompok 5 (The Center of Online Information)

            Ketua Kelompok        : Ajruni Wulandestie Arifin
            Anggota                      :
  1. Azwar Yusran Anas
  2. Nanda Aidiel Senja
  3. Puspa Sagara
  4. Dimas Bagus Hari
  5. Benediktus Vito
  6. Hafizal Indra
  7. Hadiana Arsamanggala
  8. Derin Darachita Pradini
  9. Dwi Putri Apriyan
  10. Eka Maulia Agustine

Kelompok 6 (Budi Pekerti dan Karakter)

            Ketua Kelompok        : Melisa Amalia Amin
            Anggota                      :

  1. Yesi Fitriani
  2. Gabriela CV
  3. Majidullah
  4. Dhio Adenansi
  5. Arivaldy Setiadipa

Kelompok 7 (Rumah Baca)

            Ketua Kelompok        : Irsal Yakhsyallah
            Anggota                      :
  1. Adetya Nuzuliani
  2. Aulia Rizkyani
  3. Ratna Sari
  4. Rendy Herdiansyah P
  5. Darastri Latifah
  6. Resti Fauziyah
  7. Tundzirawati
  8. Inda Lestari
  9. Muhammad Aldo F
  10. Aziza Trizilvania Amadea
  11. Oktaviani Nindya Putri
  12. Sella Khairunissa

Kelompok 8 (Pusat Kreativitas dan Pengembangan Kewirausahaan)

            Ketua Kelompok        : Pradini Nur ‘Amalia / Dike Farizan
            Anggota                      :
  1. Danny Dwi Septianto
  2. Berry Choresyo
  3. Fahmi Amrullah
  4. Onesimus Karo Sekali
  5. Burhan Yusuf Abdul Azizu
Kelompok 9 (Rumah Pelangi)

            Ketua Kelompok        : Puti Halimah
            Anggota                      :
  1. Indah Permata D
  2. Dian Haerunisa
  3. Fatih Ramdhani
  4. Mamah Halimah
  5. Zulhendri
 Kelompok Kewirausahaan Sosial

Monday, October 15, 2012

Briefing (Tim Rumah Baca)


Kamis, 13 Oktober 2012
 
Kali ini giliran rumah baca yang melakukan briefing dengan Pak Hery. Sekarang, keadaan di rumah baca masih belum terkoordinir dengan baik. Buku-buku yang disumbangkan ke rumah baca masih belum terdata, ada berapa banyak, apa saja bukunya, dan belum dipisah-pisah sesuai tema. Semua buku-buku masih tercampur menjadi satu di rak yang sama. Selain itu, anak-anak yang membaca buku memang banyak. Hanya saja, belum diketahui sebenarnya minat baca anak-anak ada pada buku seperti apa. Selain itu, belum terdeteksi anak-anak yang sering membaca buku atau bahkan belum membaca buku sama sekali. Maka dari itu, mereka berencana untuk  mengupayakan sistem yang terbaik untuk berjalannya Rumah Baca. Seperti sistem peminjaman buku, dll. Untuk meningkatkan minat baca anak-anak, mereka berencana untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang paling sering meminjam buku di Rumah Baca.

Selain itu, mereka juga yang membuat jadwal kunjungan harian anak-anak IKS 2011 ke Sanggar Waringin. Hal ini dilakukan agar relasi yang terjalin di antara anak-anak Ilmu Kesejahteraan Sosial A. 2011 dan anak-anak Sanggar Waringin berjalan sustainable.

Briefing (Tim Bank Sampah)



Kamis, 13 Oktober 2012

Briefing Tim Bank Sampah ini dinilai paling lancar tanpa hambatan. Hal ini disebabkan karena rencana mereka yang dinilai sangat super oleh Bapak Hery. Dalam kesempatan kali ini, mereka mengutarakan rencana mereka untuk membuat "Tugu Pembuangan Sampah". Tugu ini merupakan tugu yang berisi ratusan foto orang buang sampah, sementara dibawahnya diletakkan tong sampah yang mereka buat sendiri dari bahan-bahan ramah lingkungan. Rencananya tugu ini mereka buat di depan Sanggar Waringin. Harapan mereka, orang-orang yang lewat bisa tertarik untuk melihat lantas membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Setelah itu, mereka bisa berfoto di sana dengan berlatar belakang tugu tersebut. Mereka bekerja sama dengan Tim Budi Pekerti berupaya untuk merubah kebiasaan masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, mereka juga membuat "Mars Sampah". Hal ini bertujuan agar orang-orang bisa mengingat Mars tersebut lantas melaksanakan maknanya yaitu : "Buanglah Sampah pada Tempatnya"

follow us  : @stationproject
dan kunjungi kami di :
http://www.youtube.com/user/SocialStationProject?feature=mhee
http://www.facebook.com/SocialStationProject

Briefing (Tim Pariwisata)



Kamis, 13 Oktober 2012
Selanjutnya, giliran Tim Pariwisata yang melakukan briefing untuk persiapan hari Jum'at. Tim yang diketuai oleh Santo Arimartin ini memiliki anggota paling banyak di antara tim-tim lainnya.

Rencana mereka adalah membuat kedai kopi di dekat Rumah Baca. Tujuannya adalah menarik para wisatawan untuk datang ke rumah baca sambil menikmati kopi di Sanggar Waringin. Hal ini juga menambah wisatawan untuk tahu tentang Sanggar Waringin dan apa yang ada di dalamnya.

Selain itu, mereka juga berencana untuk melatih anak-anak Sanggar Waringin untuk menjadi guide bagi para wisatawan yang datang. Sanggar Waringin yang letaknya sangat strategis seharusnya bisa membuat para wisatawan mampir atau setidaknya mengenal bahwa sanggar ini ada. Guide ini bertujuan agar menarik para wisatawan untuk mengenal lebih jauh tentang Sanggar Waringin berikut dengan tujuan didirikannya. Hal ini juga bertujuan untuk memberdayakan anak-anak Sanggar Waringin untuk menunjang pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

follow us  : @stationproject
dan kunjungi kami di :
http://www.youtube.com/user/SocialStationProject?feature=mhee
http://www.facebook.com/SocialStationProject

Briefing (Tim Budi Pekerti dan Karakter)



Kamis, 13 Oktober 2012

Tim Budi Pekerti melakukan briefing dengan Bapak Hery Wibowo untuk persiapan presentasi kepada pemuda di Sanggar Waringin.  Mereka sudah mendapatkan data lengkap anak-anak yang berada di Sanggar Waringin. Tim ini pun telah melakukan pendataan, mana saja anak-anak Sanggar Waringin yang masih SD dan SMP. Di dalam data tersebut, belum ada anak yang menginjak masa SMA. 

Sasaran dari Tim Budi Pekerti adalah anak-anak Sanggar Waringin, Orang Tua, dan Masyarakat Sekitar yang mencakup pemuda dan lansia. Mereka melakukan sasaran kepada orang tua dan anak-anak sekaligus karena dirasakan akan percuma jika anak-anak telah mengerti tingkah laku yang baik dan tidak tetapi ketika mereka pulang ke rumah masing-masing, mereka malah tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya. Tim ini mengupayakan agar seluruh elemen yang menyangkut kepada perkembangan kepribadian anak menjadi sasaran mereka.

Tim Budi Pekerti dan Karakter menjadi unsur yang sangat penting di project ini. Hal ini disebabkan karena tingkah laku dan mindset adalah hal awal yang harus dimiliki oleh setiap orang sebelum melangkah ke tahapan selanjutnya. Mindset mereka harus sangat baik, begitupun dengan lingkungan mereka.

Tim ini berencana bekerja sama dengan tim-tim lain. Seperti tim kesenian, tim bank sampah, dan tim pariwisata. Mereka berniat menciptakan lingkungan yang baik bagi perkembangan kepribadian mereka.

Maka dari itu mereka berencana membuat "Bakti Bukti" yang akan dibagikan kepada anak-anak di sekitar Sanggar Waringin. Hal ini dilakukan untuk menjangkau tingkah laku anak-anak Sanggar Waringin melalui pantauan dari orang tua mereka. Selain itu, Tim Budi Pekerti berupaya untuk melakukan perubahan kebiasaan dari kelakuan yang buruk kepada kelakuan yang lebih baik. Karena, perubahan kebiasaan merupakan inti dari pengembangan diri. Dan untuk menjadi anak-anak yang lebih baik ke depannya, mereka perlu mengembangkan diri.

follow us  : @stationproject
dan kunjungi kami di :
http://www.youtube.com/user/SocialStationProject?feature=mhee
http://www.facebook.com/SocialStationProject

Sunday, October 14, 2012

Perencanaan Pembuatan Kedai Kopi dan Perbaikan Kios



Senin, 01 Oktober 2012

Daerah Stasiun Bandung merupakan daerah yang sangat strategis. Stasiun Bandung terletak di pusat kota, letaknya sangat berdekatan dengan Rumah Sakit Internasional Santosa dan Pasar Baru. Hal ini yang membuat Tim Pengembangan Pariwisata melihat peluang tersebut sebagai lahan usaha bagi mereka.

Akhirnya, pada hari ini mereka kembali mengunjungi Sanggar Waringin untuk merencanakan pembuatan kedai kopi dan perbaikan kios di daerah terminal Stasiun Hall.

Perencanaan ini dilakukan untuk mengembangkan Sanggar Waringin dan sekitarnya agar keadaan masyarakat bisa menjadi lebih baik. Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan keberfungsian penduduk di Stasiun Hall.

Kedai kopi direncanakan akan dibuat di lantai atas Sanggar, agar kedai memiliki view yang bisa menarik pelanggan. Kedai juga direncanakan akan diisi oleh berbagai poster yang berkaitan dengan kewirausahaan sosial. Sedangkan perbaikan kios direncanakan dilakukan untuk mengoptimalkan usaha para pelaku usaha di daerah Sanggar Waringin. Dengan meningkatnya pemasukan para pelaku usaha, diharapkan keberfungsian masyarakat meningkat.

Pembuatan Kedai Kopi ini bertujuan untuk menarik para wisatawan untuk datang ke Sanggar Waringin. Bukan hanya itu, tapi harapan tim ini wisatawan dapat mengenal anak-anak Sanggar Waringin dan melihat potensi mereka yang sangat besar sebenarnya untuk lebih dikembangkan.

Saman Waringin



Sanggar Waringin Stasiun Bandung.
Sabtu, 29 September 2012.

Tim Pengembangan Pariwisata mengunjungi Sanggar Waringin. Mereka membahas rencana tim mereka selama beberapa bulan kedepan. Mereka juga melihat-lihat tempat yang rencananya akan dijadikan titik-titik pengembangan pariwisata.

Saat sedang bermain dengan anak-anak, diketahui bahwa salah satu anggota dari Tim Pariwisata yang bernama Nadira diketahui bisa Tari Saman. Bahkan ia dulunya adalah ketua ekskul Tari Saman di SMA 2 Tangerang Selatan. Akhirnya, acara kunjungan Tim Pariwisata hari ini diisi pula dengan latihan saman. Bahkan dosen Kewirausahaan Sosial kami, Bapak Hery Wibowo ikut latihan saman hari ini. Hal ini membuktikan bahwa siapapun yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak Sanggar Waringin, bisa saja membagi ilmunya.

Kunjungan Pertama Tim Budi Pekerti dan Tim Bank Sampah




Senin, 24 September 2012

Tim Budi Pekerti & Karakter bersama dengan Tim Bank Sampah melakukan kunjungan pertama mereka ke Sanggar Waringin. Walaupun pada hari ini mereka kuliah, tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyisihkan waktu mengunjungi sanggar. Niat mereka adalah untuk bertemu abah Ana. Tapi, dikarenakan abah Ana sedang mendatangi acara Hari Anak Nasional di Sabuga, akhirnya yang mereka temui adalah Agus. Kang Agus adalah salah satu pemuda yang juga aktif di Sanggar Waringin. Ia juga termasuk salah seorang yang juga membantu abah Ana di sanggar ini.

Akhirnya, kedua tim ini mengutarakan project masing-masing tim kedepannya. Hal yang pertama dilakukan oleh tim budi pekerti dan karakter adalah meminta data anak-anak yang berada di sanggar waringin, serta memastikan berapa banyak anak-anak yang masuk di sanggar ini. Mereka berencana untuk membuat pelatihan kepada anak-anak Sanggar Waringin tentang budi pekerti. Sebenarnya pemberian materi menyangkut budi pekerti sudah pernah disampaikan kepada anak-anak di Sanggar Waringin. Penyampaian tersebut dilakukan oleh beberapa orang dari universitas lain, tetapi jangka waktunya tidak lama dan tidak berkelanjutan. Di sekolah pun mereka sudah mendapatkan pelajaran tentang Budi Pekerti. Tetapi alangkah lebih baik bila pelajaran tentang Budi Pekerti ini bersifat kesinambungan dan terus menerus diterapkan. Kang Agus pun mengakui bahwa pelajaran tentang Budi Pekerti ini sangat penting didapatkan karena anak-anak membutuhkan pelajaran tentang etika agar mereka memiliki patokan untuk bertingkah laku.

Sementara tim bank sampah sudah menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan niat mereka untuk mengelola sampah di sekitar Sanggar Waringin. Mereka menanyakan berapa jumlah tempat sampah di sekitar sanggar. Tim Bank Sampah merencanakan untuk membuat pengadaan tempat sampah di beberapa spot di sekitar Sanggar Waringin. Sebenarnya, masyarakat sekitar sudah berencana untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan terminal di sekitar Sanggar Waringin. Gotong royong ini akan dilaksanakan sekitar tanggal 17 Oktober 2012.

KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Kelompok 1 (Pengembangan Kesenian)
                Ketua Kelompok         : Ridwan Herianto
                Anggota                      :
  1. Fadhilah Putri
  2. Danis Dea Rizky
  3. Deiky Lutfiansyah
  4. Gina Indah P.Nastia
  5. Andi Rezky Aprilianty
  6. Hafid Ramdhani
  7. Rizki Bunga Lestari
  8. Metra Indri Naibaho
  9. Ifan Hamzah

Kelompok 2 (Pengembangan Pariwisata)

            Ketua Kelompok         : Santo Arimartin
            Anggota                      :
  1. Akbar Kusuma W
  2. Zulkarnain Bastari
  3. Eddy Setiawan
  4. Indira Anindita
  5. Fildzah Ainun
  6. Adisty Wismani Putri
  7. Nadhira Lubis
  8. Elita Metica
  9. Anis Soraya
  10. Endah Puspa P.
  11. Intifadah Ummuhanifah
  12. Rizkia Annisa F
  13. Jaka Dony Pratama
  14. Anissa Nur Fitri

Kelompok 3 (Souvenir Shop)
 
            Ketua Kelompok         : Shinta Puji Triwanti
            Anggota                      :
  1. Arini Fauziah Al-Haq
  2. Dessy Fitri P
  3. Cyntia Saphierina
  4. Winda Mariyenda
  5. Dienna Karimah
  6. Relie Siregar
  7. Hedi Ramdani

Kelompok 4 (Bank Sampah)

            Ketua Kelompok         : Yasmin Anwar Putri
            Anggota                      :
  1. Anita Listyani
  2. Muhammad Indra Anditya P
  3. Nurul Fadhilah
  4. Lina Lisnawati
  5. Aries Yudi A.
  6. Usep Rochmat

Kelompok 5 (The Center Of Online Information)
            Ketua Kelompok         : Ajruni Wulandestie Arifin
            Anggota                      :
  1. Azwar Yusran Anas
  2. Nanda Aidiel Senja
  3. Puspa Sagara
  4. Dimas Bagus Hari
  5. Benediktus Vito
  6. Hafizal Indra
  7. Hadiana Arsamanggala
  8. Derin Darachita Pradini
  9. Dwi Putri Apriyan
  10. Eka Maulia Agustine

Kelompok 6 (Budi Pekerti dan Karakter)


            Ketua Kelompok         : Melisa Amalia Amin
            Anggota                      :
  1. Yesi Fitriani
  2. Gabriela CV
  3. Majidullah
  4. Dhio Adenansi
  5. Arivaldy Setiadipa

Kelompok 7 (Rumah Baca)
            Ketua Kelompok         : Irsal Yakhsyallah
            Anggota                      :
  1. Adetya Nuzuliani
  2. Aulia Rizkyani
  3. Ratna Sari
  4. Rendy Herdiansyah P
  5. Darastri Latifah
  6. Resti Fauziyah
  7. Tundzirawati
  8. Inda Lestari
  9. Muhammad Aldo F
  10. Aziza Trizilvania Amadea
  11. Oktaviani Nindya Putri
  12. Sella Khairunissa

Kelompok 8 (Pusat Kreativitas dan Pengembangan Kewirausahaan)


            Ketua Kelompok         : Pradini Nur ‘Amalia / Dike Farizan
            Anggota                      :
  1. Danny Dwi Septianto
  2. Berry Choresyo
  3. Fahmi Amrullah
  4. Onesimus Karo Sekali
  5. Burhan Yusuf Abdul Azizu
Kelompok 9 (Rumah Pelangi)

            Ketua Kelompok         : Puti Halimah
            Anggota                      :
  1. Indah Permata D
  2. Dian Haerunisa
  3. Fatih Ramdhani
  4. Mamah Halimah
  5. Zulhendri

BUDI PEKERTI DAN KARAKTER

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budi pekerti adalah tingkah laku. Kami dalam proyek ini berusaha menolong serta mengarahkan anak-anak di daerah Stasiun Bandung untuk memperbaikin, mempelajari, serta menyadarkan betapa pentingnya sikap, tindakan, dan perilaku yang berdasar dari pembelajaran budi pekerti itu sendiri.

Cara yang akan tim ini tempuh bermacam-macam, mulai dari bekerjasama dengan tim-tim proyek lainnya untuk menyelaraskan program dengan satu sama lain untuk terus menjunjung budi pekerti yang baik, lalu mengadakan kerjasama dengan pihak lingkungan Stasiun Bandung untuk membantu mengajari pentingnya arti budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan dari tim ini adalah, dengan adanya proyek ini bisa memperbaikin keadaan masyarakat sekitar, khususnya anak-anak serta mengingatkan masyarakat untuk berperilaku baik.

RUMAH BACA



Daerah Stasiun Hall Bandung adalah tempat yang terbilang ramai. Selain ramai oleh hilir mudik pengguna kereta api, tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun, tempat ini juga marak dengan kriminalitas dan dikenal sebagai tempat para wanita tuna susila berkeliaran pada malam hari.

Ironisnya, di tempat ini banyak sekali anak-anak. Para anak-anak ini adalah anak dari lingkungan sekitar yang pada umumnya diperintahkan orangtuanya untuk berjualan. Hal ini membuat para anak terbiasa melihat tindakan kriminal dan wanita tuna susila. Ini akan memberikan dampak buruk pada para anak-anak di masa depan.

Untuk itu, kami bermaksud untuk mengembangkan Rumah Pintar. Rumah Pintar, dengan bentuk perpustakaan ini bertujuan untuk membuat para penduduk setempat, khususnya anak-anak menyadari keadaan lingkungan sekitarnya dan meminimalisasi pengaruh negatif lingkungan tersebut.

Tim ini berencana untuk menambahkan beberapa hal ke Rumah Baca ini, termasuk buku-buku, baik buku akademik maupun non-akademik dan mainan tradisional untuk mengasah kreatifitas dan melestarikan budaya. Kami juga berencana untuk menjadi tutor disini, agar pembelajaran yang belum dimiliki dalam bentuk buku bisa didapat lewat pengajaran secara langsung. Dengan ini, kami bisa membantu mereka mengembangkan potensi mereka.

Harapan dari teman-teman tim Rumah Baca adalah, dengan adanya Rumah Pintar ini para penduduk sekitar bisa menambah wawasan mereka, mengembangkan potensi mereka, dan bisa mengubah keadaan baik keadaan diri maupun keadaan lingkungan sekitarnya.

PENGEMBANGAN KESENIAN

Dunia anak memang dunia yang sangat bebas dalam berekspresi, tidak memandang tempat, waktu, dan status sosial di masyarakat. Begitu pun para anak-anak kecil yang tinggal di daerah sekitar Stasiun Bandung yang bebas mengaktualisasikan dirinya dalam kesenangan masanya. Walaupun memang mereka sangat suka bermain dan sulit diatur tetapi mereka memiliki potensi yang besar dalam bidang kesenian, khususnya di seni tari dan menabuh perkusi.

Dengan melihat potensi yang mereka miliki, kami yang tergabung dalam kelompok pengembangan kesenian memiliki tugas untuk lebih mengarahkan potensi mereka dengan memberikan pendidikan kesenian baik dengan cara memanage mereka untuk berlatih, tampil mengisi suatu acara, menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam suatu kesenian, dan menciptakan suatu ciri khas dibidang kesenian yang kemudian dapat menjadi trademark kesenian di daerah Stasiun Bandung.

SOUVENIR SHOP

 
 
Ada beberapa souvenir khas Bandung yang ditawarkan disini. Salah satunya adalah Sabun Gumeulis. Sabun Gumeulis merupakan sebuah souvenir yang sangat unik dan menarik yang berpusat di Sanggar Waringin, tepatnya di lokasi sekitar Stasiun Bandung. Sabun ini sangat berbeda dari sabun-sabun lainnya, karena Sabun Gumeulis ini dibuat sendiri secara tradisional (handmade). Bahan-bahan yang digunakan pun sangat alami yaitu 100 % coconut oil sehingga aman jika digunakan pada wajah dan kulit kita. Tidak hanya dari segi bahan yang bersifat alami, tetapi dari segi bentuknya yang cukup menarik karena berwarna dengan plastik bening, dapat membuat kita ingin langsung memakannya layaknya jelly.

Sabun Gumeulis ini merupakan sebuah usaha kecil masyarakat di sekitar Stasiun Bandung yang akan menjadi besar dan lebih berkembang sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tidak hanya dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke daerah Stasiun Bandung, tetapi sabun ini dapat dijadikan sebagai sebuah souvenir untuk acara siraman atau pada acara pernikahan.

Slogan yang digunakan untuk Sabun Gumeulis adalah "SABUN GUMEULIS, SABUNNA MOJANG BANDUNG". Alasan kami menggunakan slogan tersebut karena mojang (wanita) di daerah Bandung terkenal dengan kecantikannya yang sangat khas dari tataran Sunda yang berbeda dari daerah lain sehingga wajah dan kulit kita akan terlihat lebih cantik dan bersih layaknya mojang Bandung.

Souvenir selanjutnya yang ada disini adalah COKLAT COBI. "Coklat Cobi" merupakan coklat yang diproduksi langsung oleh salah satu mahasiswa dari Ilmu Kesejahteraan Sosial. Selain rasa coklatnya yang khas, di dalam "Coklat Cobi" ini juga dicampur dengan dodol. Inilah yang membuat coklat cobi ini menjadi sangat spesial.
 
Selain Sabun Gumeulis dan Cobi, ada beberapa Souvenir lainnya juga yang kami tawarkan. Bila penasaran dengan produk-produk yang kami hadirkan, silahkan kunjungi stand kami. Letaknya di depan Sate M. Hadori - Stasiun Bandung.

Rumah Pelangi


Rumah Pelangi berdiri dengan dilatar belakangi oleh kondisi dimana tidak adanya wadah bagi anak-anak di lingkungan sekitar untuk mengembangkan kreatifitas, bakat dan minat mereka. Padahal pada usia balita sampai dengan memasuki remaja energi anak-anak itu sangatlah besar, tanpa adanya wadah bagi anak-anak untuk beraktifitas secara positif maka yang terjadi adalah energi, bakat serta keterampilan mereka akan tersia-sia. Hal ini akan sangat rentan bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan pergaulan yang kurang sehat, bukan tidak mungkin mereka akan terseret ke dalam arus pergaulan yang kurang baik, terbawa dalam bentuk-bentuk kenakalan remaja, terimbas oleh penggunaan obat-obat terlarang atau minuman keras.

Di sisi lain, saat ini banyak sekali wadah untuk mengembangkan bakat dan minat anak, banyak kursus-kursus vokal, kursus musik, kursus tari mulai dari tari tradisional hingga balet, kelas bela diri dan lain sebagainya. Tetapi untuk mengikutsertakan anak-anak dalam lembaga-lembaga tersebut menuntut biaya yang tidak sedikit. Lalu bagaimana dengan anak-anak yang berada dalam kelas menengah ke bawah. Padahal sejatinya mereka pun mempunyai hak yang sama dengan anak-anak kelas atas untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Mereka mempunyai hak untuk belajar, berkarya dan berkreasi walaupun kondisi mereka sangat amat terbatas. Mereka juga memiliki potensi yang sama besarnya dengan anak-anak lain.  

Maka dengan latar belakang tersebut kehadiran Rumah Pelangi dengan segala keterbatasannya berusaha mewadahi anak-anak untuk beraktifitas, berkreasi dan melepaskan energi di sela-sela waktu senggang mereka dalam konteks yang positif tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Semua kegiatan dibiayai oleh swadaya masyarakat sekitar dan donasi.

Kelompok ini bertujuan untuk memandirikan rumah pelangi bukan hanya dari segi pendanaan saja, namun dari segi ketersediaan sumber daya pengajar, alat-alat penunjang pengajaran dan lain sebagainya. Kami juga bertujuan untuk mempublikasikan rumah pelangi ke seluruh Bandung khususnya agar Rumah Pelangi dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah sindanglaya ini. Anak-anak yang tergabung dalam Rumah Pelangi ini kami harap dapat menjadi anak-anak yang memiliki jiwa seni dan jiwa kewirausahaan yang tinggi karena kedepannya selain melatih soft-skill mereka, kami akan mengajarkan membuat sesuatu yang menghasilkan dan kemudian dijual.
follow us : @stationproject
blog        : http://rmhpelangiku.blogspot.com